Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Angan

Terombang ambing terbawa arus, perasaan yang masih sama namun lebih menghujam hati. Bias rasanya seperti gunung berada diatas pundak, berat. Smartphone, kasur, batal, slimut, baling-baling kipas angin, charger yang terus nempel di terminal, senantiasa menemani hari-hari sunyi, iri. Mencoba melawan arus, tapi aku hanya cemoohan ikan-ikan yang lewat seliweran, terjebak dalam keputusan yang kubuat sendiri, sedih rasanya. Batu kali yang seakan mengejek keseharianku, bangun pagi dan merasa tidak berguna sama sekali. 31 januari

Mendung

Mendung tak kunjung usai gerimis mengintai, secerca harapan hadir meski tak didukung. Perlahan sirna karena tak ada sinar, matahari enggan mempersembahkan sinarnya, awan melawan ego bersikukuh tetap dalam pendiriannya, makhluk-makhluk lain berdoa ingin diturunkannya rezeki, matahari mengalah untuk redup, hujan turun bersama harapan dan butiran-butiran rezeki darinya, sang Esa.

Lelah

Berat hati ketika dalam otak terngiang bunyi lelucon yang tidak pernah lucu terdengar. Lantunan-lantunan kalimat bujuk merayu sering terdengar, untuk membasuh lelah yang kian hadir. Memanjat pohon kepercayaan yang kian lusuh lapuk, terkikis kebohongan-kebohongan yang mengalir terus menerus, tanpa disadari pohon hampir patah. Menunggu waktu tumbang bersama kepercayaan.

πŸ„ΌπŸ„΄πŸ„½πŸ…ˆπŸ„°πŸ„ΌπŸ„±πŸ…„πŸ„½πŸ„Ά

Dulu kau bilang ini hanya ungkapan biasa, tak lama setelah itu kau hanya terdiam menatap sesuatu yang belum tentu ingin ditatap. Setiap langkah yang dulu pernah ditempuh lepas tak beraturan. Jalan-jalan mulai buntu tanpa kehadiran sosok yang menuntun, menuntun langkah yang kian berat untuk dilalui. Bayangan masa lalu kian menghantui setiap gerak yang ada, gerak yang nyata. Tanpa didasari dengan nalar yang kau punya. Nalar itu telah mati, terbawa gemuruh riuh ombak yang menerjang karang raga, menembus ingatan yang kian lupa.