Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Surat yang Tak Pernah Sampai

Teruntukmu,   Selamat ulang tahun. Kutebak ini bukan ucapan yang kamu harapkan datang, tetapi biar hanya hujan yang membacanya, di saat petir masih jauh lebih lembut daripada kata-kata orang yang pernah berdusta. Iya, aku pembohong yang pernah mengiming-iming bahagia demi kenyangnya ego semata, tetapi sejujurnya, aku menyesal. Tiada maksud merusak suasana seperti mungkin apa yang sering dibuat kenangan tentang kita di hatimu, atau seperti pertanyaan di tengah sepi yang menerpa malammu. Kepada hujan, kuminta agar segala kata yang berasal dariku dibawanya dari ingatanmu sampai ke laut. Sehingga ia sekali lagi meyakinkan aku bahtera yang terkatung-katung di tengah penyesalan. Aku merasakan betul mahalnya tetes-tetes air mata yang telah kusia-siakan, dan masih kutanyakan mengapa baru sekarang aku rasakan. Penyesalan yang entah kapan surut, selama aku tahu kamu masih begitu membenciku. Sekali lagi, maafkan aku yang waktu itu. Maafkan aku juga, yang masih bermimpi untuk belabuh d...

(masih) kamu

Segala pengetahuanku tentang cinta adalah bibirmu. Pantai, stasiun-stasiun, dan semua hal yang mengajari aku menunggangi gelombang, menumpangi kereta, menuju pulau dan kota-kota yang tersembunyi di dadamu. Aku datang dengan kaki-kaki yang tak mengenali setapak ini dan belokan-belokan itu hanya untuk sampai di ujung jari kakimu dan berdoa di kedua telapak tanganmu bahwa cinta adalah usaha, tenaga, dan sisanya adalah jalan-jalan rahasia yang hanya bisa dilalui doa. Kau boleh saja menamai semua bunga dan belukar di pikiranku yang sewaktu-waktu akan bercerita tentang bagaimana senyumanmu mendatangi seluruh lembahnya dan membangun kediaman tanpa satupun kerajaan dapat menaklukannya.

Resign

Hampir 5 bulan saya bekerja di salah satu departement store di cikampek, 3 bulan diantaranya ketika saya libur semester genap. Libur semester genap yang menyenangkan bisa bekerja dan menghasilkan. Alasan kenapa saya mengundurkan diri dari pekerjaan sebenernya karena jadwal kuliah dan kerja yang terus-terusan bentrok, ditambah indeks prestasi yang anjlok sehingga saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Naif-nya saya adalah ketika saya berfikir kedua hal tersebut di bawah kendali saya, tapi pada prakteknya ancur2an. Kuliah terbengkalai, kerja juga nggak fokus. Kayaknya saya ditakdirkan bukan menjadi manusia yang multitasking hahaha But anyway, everything happens for a reason. Tadinya saya mau cuti kuliah aja setaun buat kerja dulu, tapi setelah dipikir2 takutnya nanti malah keasikan kerja dan males lanjutin kuliah. Lagian mau sampe kapan saya kerja di situ. Yaa semoga aja kedepannya saya punya karir yang jauh lebih baik.

Sensor**

Kalo inget pembelajaran di salah satu mata kuliah, kenapa lembaga ke******an kita bobrok bgt terutama dalam hal pelayanan publik karena mereka merasa kedudukannya lebih tinggi dari masyarakat dan masih berpikir secara militer. yes, they think they are part of military army. Ya ini juga efek dwifungsi jaman orba juga. Walaupun pasca reformasi itu lembaga udh diupayakan buat dilakukan 'demiliterisasi' tapi nyatanya ya gak terlalu berhasil lol. Nuansa milter di mereka masih kuat bgt walaupun dah dipisahin dari militer. Ditambah lagi budaya feodal yang mengakar kuat di ini negara, makin-makin dah mereka merasa superior. Mereka gak merasa sebagai pelayan masyarakat, justru merasa bahwa masyarakat yg paling butuh mereka mangkanya ada pungli ini itu. Laporan kehilangan juga banyak yg gak direspon. Makanya gak heran, angka kejahatannya tinggi dan dark numbernya juga tinggi. Wong mereka gak dipercaya sama masyarakat. Dah emang paling bener mereka ditarik ke institusi sipil. Ditingkat...

Masterclass

Namanya masterclass. Orang pertama yg melakukan sesuatu selalu terlihat aneh. Semua orang termasuk gua, lu, dan kita semua kalo pertama kali melakukan sesuatu pasti goblok dulu, entah dateng ke tempat baru, kerjaan baru, pokonya semua hal baru. Coba tarik mundur ke belakang di saat lu pertama kali pesen tiket bioskop, pertama kali naik lift, pertama kali pegang smartphone, hari pertama kerja bahkan, coba inget2 seberapa gobloknya lu dulu?! Ini emang klasik tapi emang semua butuh proses, kan? Gila aja mie instan juga dimasak dulu kali. Human are imitation machines. :))

Kuliah sambil kerja

Ketika tulisan ini dibuat saya genap 4 bulan menjalani perkuliahan sambil bekerja. Gila, capek banget. Fisik sama mental kek kekuras. Tapi yaa mau gimana lagi, cuma bisa ngejalanin. Resfect sebesar-besarnya ke orang-orang yang ngalamin hal serupa tapi nggak ngeluh. Sebenernya saya lahir di keluarga yang berkecukupan, tapi entah kenapa tetep ngotot aja pengen kuliah sambil kerja, mungkin ini cara saya menikmati masa-masa pendidikan saya. Lebih bertanggungjawab juga sama perkuliahan karna bayar pake uang sendiri. Belum ketemu pusing "banget"nya aja kali yaa, mungkin kalo udah mentok banget balal resign juga sih, dan nyari kerjaan lain yang waktunya lebih bisa disesuain.

Pedekate

Masa pendekatan memang selalu menyenangkan bukan? Orang baru, pembahasan baru, cara ngobrol baru, candaan baru, dan masih banyak hal-hal menyenangkan lainnya yang "baru" juga tentunya. Bahkan beberapa orang rela meninggalkan orang lama demi orang baru. Betul? Itu memang masa-masa "jualan" kita untuk mendapatkan hati orang yang sedang kita dekati. Kamu mungkin menceritakan hal-hal positif atas kegiatanmu, pekerjaanmu, hobby menyenangkanmu. Tujuannya agar si doi tertarik kepadamu. Oiya, saya beberapa kali ditanyai oleh beberapa teman perempuan dengan pertanyaan yang sama yaitu "Kenapa cowok lebih asik pas pdkt daripada pas udah jadian?". Kata mereka. Sebenernya saya juga gatau kenapa, tapi jika ada yang bertanya seperti itu kepada saya, saya selalu jawab dengan analogi. "Emang ada yaa pemancing yang ngasih makan ikan tangkapannya?". Pake nada becanda hahaaaha Tapi bukan maksud mendeskriditkan pihak perempuan yaa. Justru tantangannya emang di...

Perdebatan Monolog

Aku belum siap berjanji untukmu di masa depan. Mungkin, setelah aku menulis ini, tuhan bisa saja menanggilku dari dunia kehidupan. Dan sebelum penyesalan datang, sekali lagi aku tegaskan. Laki-laki itu, yang telah banyak berkorban, menghabiskan waktunya dalam kesepian, menunggu seseorang tanpa satupun jawaban, bahkan tega menolak semua ajakan demi satu wanita yang tak kunjung datang. Ia masih menantimu, sampai sekarang.

Kita yang baru

Jika kelak kita bertemu lagi, bisakah kita bertemu sebagai kita yang baru? Apa-apa yang terjadi setelah perpisahan itu, biarlah menjadi rahasia masing-masing. Bagaimana perjalananmu? menyenangkan? Ah, kuharap jika kita bertemu di sebuah persimpangan nanti, jangan merasa sungkan untuk bertukar senyum dan mungkin sapaan juga, jika sempat. Yaaah setidaknya, aku pernah hidup, sebagai rindu di telapak tanganmu dan dalam doa sepertiga malammu.

Patah

Pada akhirnya, merelakanmu adalah jalan paling berani dari yang paling menakutkan. Kehilangan menjadi kejadian paling nyata yang mengerikan. Dengan hati yang lebih dulu kupatahkan, kusiap terbangkanmu entah pada semesta yang mana yang ingin kamu jadikan tempat.  Semoga kita saling menemukan orang yang tepat.

aaaaa tidaaakkkk

Mengutip kata Dayat Piliang : "Jika masih ada tempat dan sempat, aku ingin berjuang mati-matian mendapatkan, membahagiakan, dan mempertahankanmu."  Damn, i can relate.

Memilih

"Jangan cari pasangan yang saling melengkapi. Tapi yang bisa menggantikan. Cari subtititusi bukan komplementer". Sepenggal kalimat di atas adalah nasihat yang diberikan seseorang kepada yang beberapa hari yang lalu. Masuk akal bukan? Kita pasti sering membaca atau mendengar kalimat "Cari pasangan itu yang bisa saling melengkapi" iyaa kan? Hey, kalimat itu memang terdengar ideal ketika memilih pacar, tapi ketika kamu mencari istri, kalimat tersebut menjadi tidak relevan. Kenapa nggak relevan? Karena ketika membangun rumah tangga, kemungkinan buruknya adalah jatuh sakit. Baik si suami ataupun si istri. Iyaa, sakit. Kita bukan Firaun yang nggak pernah sakit selama hidupnya sampai-sampai mengaku menjadi Tuhan, kita cuma manusia biasa. Dan di sinilah kalimat paling atas menjadi masuk akal. Ambil contoh ketika si istri sakit, si suami harus bisa menggantikan pekerjaan si istri. Merawat anak dan lain-lain. Begitupun ketika si suami sakit, si istri harus bisa menggan...