Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Perdebatan Monolog

Aku belum siap berjanji untukmu di masa depan. Mungkin, setelah aku menulis ini, tuhan bisa saja menanggilku dari dunia kehidupan. Dan sebelum penyesalan datang, sekali lagi aku tegaskan. Laki-laki itu, yang telah banyak berkorban, menghabiskan waktunya dalam kesepian, menunggu seseorang tanpa satupun jawaban, bahkan tega menolak semua ajakan demi satu wanita yang tak kunjung datang. Ia masih menantimu, sampai sekarang.

Kita yang baru

Jika kelak kita bertemu lagi, bisakah kita bertemu sebagai kita yang baru? Apa-apa yang terjadi setelah perpisahan itu, biarlah menjadi rahasia masing-masing. Bagaimana perjalananmu? menyenangkan? Ah, kuharap jika kita bertemu di sebuah persimpangan nanti, jangan merasa sungkan untuk bertukar senyum dan mungkin sapaan juga, jika sempat. Yaaah setidaknya, aku pernah hidup, sebagai rindu di telapak tanganmu dan dalam doa sepertiga malammu.

Patah

Pada akhirnya, merelakanmu adalah jalan paling berani dari yang paling menakutkan. Kehilangan menjadi kejadian paling nyata yang mengerikan. Dengan hati yang lebih dulu kupatahkan, kusiap terbangkanmu entah pada semesta yang mana yang ingin kamu jadikan tempat.  Semoga kita saling menemukan orang yang tepat.