Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Saya

Bila diingat-ingat, banyak sekali pertanyaan yang ditunjukan kepada saya tentang saya yang jarang sekali bebicara. Sebagai makhluk sosial tentunya saya juga berbicara, tapi mungkin bukan ke kamu atau kalian. Kalau dirasa orang yang berhadapan dengan saya tepat dan di waktu yang tepat, saya sangat antusias. Apapun saya omongin, seperti kenapa jerman bisa pecah menjadi dua kubu dengan ideologi yang berbeda, kenapa soeharto berkuasa 32 tahun, isi perjanjian lingarjati, dan hal-hal random lainnya. Saya memang lebih senang sendiri sih, kalau di kampus pun saya biasanya berada di pojokan dekat mading kampus sambil baca buku atau sekedar mendengarkan musik. Banyak juga yang menyebut saya introvert, tapi saya kira saya tidak seperti itu. Saya aktif di organisasi, sering berbaur dengan banyak orang, tapi memang kadang agak kurang nyaman di tengah keramaian, suka pusing. Meskipun kenalan saya banyak tapi teman saya sedikit, keitung jari dan dari dulu cuma itu-itu aja. Berhubung ini blog saya, m...

Pengampunanku

Katanya, hal yang paling berharga yang diberikan seseorang kepadamu adalah waktu. Ya, hampir 6 tahun ku habiskan bersamamu untuk disia-siakan. Nyatanya, Kamu adalah takdir yang paling Aku sesali. Mampukah Aku tuk memaafkan? Aku berterima kasih atas semua hal yang telah kita lalui bersama. Tersenyum sambil menatapmu dan berkata "terima kasih telah meninggalkan". Takkan ada penyesalan telah mengenalmu.  Mereka yang telah menyentuh seluruhku, belum ada yang bersedia melengkapi separuhku dan meng-amini doa-doaku. 

Canggung

 Malem ini barusan aing makan malem bareng keluarga berempat, terus mama gua nyeletuk dong pengen punya anak lagi kan, dia bilang pengen cewe tuh dan minta tanggapan gua. Gua tanggepin, yaa kalo pendidikannya bisa terjamin silahkan ajaa, tapi saran aku mah jangan mah, soalnya udah pada tuaa... bapak w diem mama diem adek diem. Kita lanjut makan...

Goblog

Hari ini, pukul 15.03 aing hampir mati kabeuheulan opor ayam, goblog.

Kosmetik Negara

Sukarno terlalu dilebih-lebihkan. Andai proyek mercusuar dulu berfokus ke pembangunan pondasi negara bukan ke "kosmetik negara" mungkin Indonesia sekarang hidup sama bergengsi dengan Jerman.

Manuver Kim Jong-Un

K-Pop dan K-Drama "hanya seumur jagung". Popularitas mereka gak akan bertahan lama. Korea bukanlah India atau Amerika, yang punya seabrek talenta. Apalagi kalau kondisi di Semenanjung Korea semakin memanas, industri hiburan mereka bisa langsung berhenti. Buat kamu pecinta berat drakor, berdoa aja supaya Kim Jong-Un waras terus. Oh yaa, mabuk agama dan mabuk budaya Korea berbeda tipis. Bahkan menonton drakor sudah menjadi ritual keseharian bagi kebanyakan orang. Jika drakor dinistakan sepertinya demo berjilid-jilid akan mengalahkan alumni 212 dalam jumlah maupun konsistensi.

Pecundang

Cowok yang suka main tangan dengan pasangannya baik istri maupun pacar adalah pecundang di lingkungan sosialnya, makanya dia mencari kemenangan-kemenangan kecil di dalam hubungannya. Apalagi kalau masih pacaran sudah di pukuli dan bertahan karna masih sayang adalah orang paling bodoh di muka bumi ini. cmon girls. kamu pas lahir di adain slametan, syukuran, pengajian, di sekolahin, di sayangi ortu bukan buat dipukul lelaki yang baru kenal berapa bulan dengan alasan cemburu.

Ah Manusia!

Ketika hewan merasa terancam ia akan meninggikan bulunya untuk melindungi diri dari serangan musuh atau terlihat seram/sangar agar lawannya takut. Seperti kucing, ayam, landak, dll. Kalau manusia, yang ditinggikan ucapannya.

Rokok mulu!

Jangan meminta seseorang untuk secepatnya berhenti merokok. Karena berhenti merokok tidak semudah memberikan like di instagram. juga harus ada niat dan inisiatif yang timbul dari dalam diri sendiri dan tanpa paksaan dari orang lain (berlaku juga untuk berhenti dari berbagai bentuk ketergantungan lainnya). Oh yaa, Persamaan merokok dan terapi "tarik nafas perlahan lalu hembuskan" Adalah sama sama membuat kita menjadi lebih relax, chill, enjoy, dan mendapat kejernihan pikiran. Tapi perbedaannya adalah,merokok lebih banyak memasukan zat berbahaya sedangkan " tarik nafas lalu hembuskan" Tidak demikian.

Hah teman?

Definisi pertemanan bagi saya, secara kasarnya adalah 'ajang saling memanfaatkan satu sama lain dalam satu momen tertentu' karena pertemanannya biasanya berakhir saat momen itu hilang. Oh yaa, anjing lapar itu tidak pernah setia. Jadi jangan pernah berteman dengan orang-orang yang berbicara dengan Kamu hanya untuk keuntungan mereka sendiri.

Bodoh

Ada satu kata untuk orang-orang yang berpikir mereka tahu segalanya: Bodoh. Saya ketemu orang-orang bodoh sepanjang waktu. Dan alasan saya kenal mereka adalah karena saya biasanya menjadi salah satu dari mereka.

APATISME

Orang-orang sebaiknya memang diragukan. Banyak orang salah paham terhadap konsep ini. Meragukan adalah bagian dari usaha mengenali orang lain. Yang banyak disebut orang dengan ‘percaya’ sebenarnya hanyalah berhenti berusaha memahami orang lain, dan itu jauh lebih buruk daripada meragukan orang lain, karena itu sebenarnya adalah APATISME.

Krisis Pangan

Ketika membaca beberapa artikel tentang krisis air bersih 20-30 tahun mendatang, saya tiba-tiba terpikir tentang krisis pangan dalam jangka waktu yang sama. Saya memperhatian dan mengambil sampel di desa saya, kebanyakan petani ini berusia di kirasan 40 tahun dan dalam jangka waktu 20-30 tahun mendatang mereka mungkin sudah tidak produktif lagi di usianya. Siapa yang akan menanam? Ada beberapa faktor yang mungkin mengakibatkan hal ini terjadi. Faktor pertama adalah munculnya stigma di masyarakat khususnya generasi muda yang secara tidak langsung menyatakan bahwa profesi petani ini adalah profesi rendahan. Sebagai contoh dari stigma tersebut sewaktu saya berada di pendidikan sekolah dasar. Beberapa guru menggiring opini bahwasanya petani adalah profesi kelas bawah. Dampak dari stigma ini menyebabkan mayoritas anak-anak jika ditanya tentang profesi atau cita-cita yang mereka inginkan ketika kelak nanti dewasa kebanyakan ingin menjadi pembuat konten di youtube, doketer, aparat keamanan...

Peluang

Sudah capek sebenarnya kesana kemari, mengurus ini itu, belum lagi ada sedikit bagian tubuh yang kurang sehat, yaa.. begitu menurut dokter. Tapi tetap semangat memuaskan nafsu beli yang tak kunjung tercapai, ingin rasanya nanti, balas dendam dengan menukar sesuatu yang dulu diinginkan dengan uang, bukan sesuatu yang tidak bermanfaat tentunya. Terlebih lagi meringis mendengan suara yang tak kunjung usai melantun, seakan ingin dibantu, diringankan. Ingin kembali menata sesuatu yang dulu pernah tertata, semoga.

Pion

Hidup di papan persegi empat dengan penuh aturan-aturan. Kecil mungil dan kadang tak berdaya, tapi pelajaran yang bisa diambil, pion tak pernah mundur dalam situasi apapun. Bertahan hidup dengan saling membantu antar sesama pion atau sekedar berkorban untuk kelangsungan hidup sang raja. Hidup butuh prinsip, prinsip harus tetap hidup.

Sadar

Jadi orang memang harus sadar, sadar akan keadaan, kehidupan, kemampuan dan sadar-sadar yang lain. Ibu, menjadi contoh kongkrit akan hal itu, mengajari banyak hal, atau hanya sekedar mencontohkan " kalo nawar di pasar pura-pura pergi dulu biar dipanggil abangnya" hahaha, menarik sekali. Mengajari cara me-manage uang. Katanya, dahulukan kebutuhan sebelum keinginan. Bermanfaat, terimakasih.

Teduh

Gemulai daun terusap angin menandai hari ini, hari dimana mentari enggan memberi panasnya, namun tetap setia dengan sinarnya. Angin berterbangan dengan bebasnya seperti menikmati setiap sudut semesta yang elok, tembakau bakar dan secangkir kafein menyelaraskan perpaduan kenikmatan. Terima kasih, Tuhan.

Angan

Terombang ambing terbawa arus, perasaan yang masih sama namun lebih menghujam hati. Bias rasanya seperti gunung berada diatas pundak, berat. Smartphone, kasur, batal, slimut, baling-baling kipas angin, charger yang terus nempel di terminal, senantiasa menemani hari-hari sunyi, iri. Mencoba melawan arus, tapi aku hanya cemoohan ikan-ikan yang lewat seliweran, terjebak dalam keputusan yang kubuat sendiri, sedih rasanya. Batu kali yang seakan mengejek keseharianku, bangun pagi dan merasa tidak berguna sama sekali. 31 januari

Mendung

Mendung tak kunjung usai gerimis mengintai, secerca harapan hadir meski tak didukung. Perlahan sirna karena tak ada sinar, matahari enggan mempersembahkan sinarnya, awan melawan ego bersikukuh tetap dalam pendiriannya, makhluk-makhluk lain berdoa ingin diturunkannya rezeki, matahari mengalah untuk redup, hujan turun bersama harapan dan butiran-butiran rezeki darinya, sang Esa.

Lelah

Berat hati ketika dalam otak terngiang bunyi lelucon yang tidak pernah lucu terdengar. Lantunan-lantunan kalimat bujuk merayu sering terdengar, untuk membasuh lelah yang kian hadir. Memanjat pohon kepercayaan yang kian lusuh lapuk, terkikis kebohongan-kebohongan yang mengalir terus menerus, tanpa disadari pohon hampir patah. Menunggu waktu tumbang bersama kepercayaan.

πŸ„ΌπŸ„΄πŸ„½πŸ…ˆπŸ„°πŸ„ΌπŸ„±πŸ…„πŸ„½πŸ„Ά

Dulu kau bilang ini hanya ungkapan biasa, tak lama setelah itu kau hanya terdiam menatap sesuatu yang belum tentu ingin ditatap. Setiap langkah yang dulu pernah ditempuh lepas tak beraturan. Jalan-jalan mulai buntu tanpa kehadiran sosok yang menuntun, menuntun langkah yang kian berat untuk dilalui. Bayangan masa lalu kian menghantui setiap gerak yang ada, gerak yang nyata. Tanpa didasari dengan nalar yang kau punya. Nalar itu telah mati, terbawa gemuruh riuh ombak yang menerjang karang raga, menembus ingatan yang kian lupa.