Saya
Bila diingat-ingat, banyak sekali pertanyaan yang ditunjukan kepada saya tentang saya yang jarang sekali bebicara. Sebagai makhluk sosial tentunya saya juga berbicara, tapi mungkin bukan ke kamu atau kalian. Kalau dirasa orang yang berhadapan dengan saya tepat dan di waktu yang tepat, saya sangat antusias. Apapun saya omongin, seperti kenapa jerman bisa pecah menjadi dua kubu dengan ideologi yang berbeda, kenapa soeharto berkuasa 32 tahun, isi perjanjian lingarjati, dan hal-hal random lainnya.
Saya memang lebih senang sendiri sih, kalau di kampus pun saya biasanya berada di pojokan dekat mading kampus sambil baca buku atau sekedar mendengarkan musik. Banyak juga yang menyebut saya introvert, tapi saya kira saya tidak seperti itu. Saya aktif di organisasi, sering berbaur dengan banyak orang, tapi memang kadang agak kurang nyaman di tengah keramaian, suka pusing. Meskipun kenalan saya banyak tapi teman saya sedikit, keitung jari dan dari dulu cuma itu-itu aja.Berhubung ini blog saya, mau diisi apapun kumaha aing heeh, jangan protes. Oiya mau cerita, kemarin saya baru putus sama pacar saya, dia selingkuh sama temen kerjanya. Tapi tak apa lah yaa, lagipula saya tidak dendam juga. Saya juga sadar masih banyak yang kurang dalam diri saya. Saya tidak buru-buru mencari pengganti karna saya rasa saya belum siap untuk memulai hubungan baru. Kata orang, obat patah hati adalah pengganti. Mungkin iyaa, tapi setelah beberapa waktu berjalan saya merasa baik-baik saja. Kalo ada yang bilang waktu itu bisa mengobati, mungkin kurang tepat. Waktu itu tidak menyembuhkan apapun, waktu hanya mengajarkanmu hidup bersama rasa sakit.
Saya suka catur, baik online maupun offline. Seru. Apalagi kalo main sama bapak-bapak di pos ronda, kadar keseruannya meningkat. Satu-satunya aplikasi game di ponsel saya juga catur. Selain bisa bermain catur dengan orang domestik, bisa juga bermain dengan orang luar negri, seru bisa berbincang-bincang hehee.
Oiya, saya smester 3 ketika tulisan ini dibuat. Di smester 3 ini saya sedikit merasa salah jurusan haha, mungkin karna basic saya seneng IPS kali yaaa, entahlah. Lagipula saya juga bertanggungjawab menyelesaikan apa yang saya mulai, kan?
Saya pernah mencoba tes PTN Unsika dan Unsoed, tapi nilai UTBK saya kurang sedikit. Oya saya ambil prodi hukum di Unsika waktu itu.
Saya punya kesempatan kuliah di prodi Sosiologi di Unsoed karena ditawari abang sepupu saya yang kuliah di sana tapi dengan berbagai macam perhitungan dan runding dengan keluarga akhirnya tidak saya ambil dan memilih kuliah di STT Wastukancana. Yang deket aja, kata mama saya.
Ngomongin keluarga, saya tumbuh di keluarga yang cukup harmonis, saya bahkan belum pernah mendengar atau melihat orang tua saya bertengkar. Saya punya satu adik yang astagfiruloh menyebalkan. Saya lebih dekat dengan mama saya daripada ayah saya, iyaa, ayah, agak terdengar menggelikan bukan? Tak apalah yaa namanya juga generasi milenial hahaha. Kembali lagi ke topik, yaa saya lebih dekat dengan ibu saya. Walaupun ibu saya gualak dan cerewetnya minta ampun tapi entah kenapa lebih nyaman berbincang-bincang dengan beliau. Kalau dengan ayah saya agak canggung aja, mungkin sudah kodratnya begitu yaa?
Oya, masakan mama saya itu enak banget loo, kalo nggak percaya coba nanti mampir ke rumah saya heheh, standar makanan enak itu yaa masakan mama saya, makanan rumah. Kalau boleh, saya ingin nanti punya pasangan yang mirip mama saya, masakannya, cara merawatnya, parasnya (waktu muda mama saya cantik loo, kembang desa kalo kata ayah saya), tapi gualak sama bawelnya jangan deh, bisa pengang nanti kuping wkwkwk.
Kalau ditanya, saya merasa cukup senang berada di sana (STT Waska). Punya beberapa teman yang cukup asik dan baik. Selama pandemi ini saya kuliah daring, entah kenapa makin banyak tugas yang dibebankan oleh dosen kepada kami selama proses kuliah daring ini, repot.
Kebetulan saya ambil prodi teknik di sini tepatnya teknik industri, kalau berbicara teknik kurang afdol rasanya tanpa berbicara berbagai macam perhitungan rumit, njelimet lah pokoknya. Belum lagi di teknik industri, saya bukan cuma disuguhi berbagai macam perhitungan rumit namun saya juga dijejali berbagai macam ilmu lain, management, Human Resours, Ekonomi, Gambar Teknik, PPIC, dan masih banyak yang lain. Kata orang sih TekDus itu ilmu gado-gado, campur terus sampai mblingerrr.
Saya aktif di organisasi kampus, Lembaga Pers Mahasiswa atau lebih akrab disebut LPM. Salah satu pilar demokrasi kampus katanya. Di sini saya belajar banyak hal, penulisan (walau kadang/sering salah juga), fotography, videography, editing, dan banyak lagi deh.
Tulisan ini saya buat sebagai bentuk komunikasi saya dengan diri saya sendiri, mungkin ketika saya membaca tulisan ini lagi, saya sudah menjadi manusia yang saya inginkan. Semoga.
Udah dulu deeh. Tulisannya acak-acakan yaa? Tak apalah. Manusiawi, mohon dimaafkan, jangan diproses hukum.
Salam
Komentar
Posting Komentar