Minim Literasi

Literasi emang apaan dah?

Literasi menurut UNESCO adalah sebuah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, mengintrepetasi, membuat, mengkomunikasikan, dan menghitung, dengan menggunakan bahan yang tertulis dan tercetak yang terasosiasi dengan berbagai konteks.

Jadi, bukan cuma buku atau menulis doang. Tapi sebuah skill set untuk mengolah pengetahuan. Memang media yang paling banyak digunakan sejak awal adalah buku, tapi makin ke sini, makin banyak media-media lain.

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara. Sementara di tahun yang sama, UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, dari seribu orang Indonesia, cuma satu orang yang punya minat baca. Ki Hajar Dewantara di pojokan menangis tersedu-sedu melihat ini.

Tapi kenapa ini bisa terjadi? Kalo pengen tau lu bisa cari skripsi, tesis, paper, atau disertasi yang bahas masalah ini. Jawabannya lebih konkrit.

Ada juga upaya yang dilakukan pemerintah, gua masih inget waktu itu menteri pendidikannya Pak Anies Baswedan. Kebijakannya adalah membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai, gua sempat mengalami itu soalnya.

Gua gak punya jawaban, tapi gua punya asumsi kenapa Indonesia sangat minim literasi, membaca lebih tepatnya. Asumsi gua adalah karena Indonesia merdeka pada era radio lagi kenceng-kencengnya. Sutan Sjahrir pun denger kabar Jepang kalah lawan sekutu lewat radio. Gua tau karna gua bikin film pendek pas sekolah, tentang persiapan proklamasi. Judulnya SOSIODRAMA RENGASDENGKLOK, ada di youtube kalo lu pengen liat.

Iya gitu karna merdeka di era radio, jadi gak heran kalo Indonesia tumbuh menjadi bangsa lisan, bukan tulisan. Kalo kita bandingin dengan Negara-negara barat, most of Europe country misalnya. Mereka merdeka jauh sebelum kita, dan ketika zaman itu pilihan mereka cuma buku untuk media informasi. Hingga membaca, terutama buku menjadi sebuah kebiasaan turun-temurun mereka sampe sekarang.

Di Indonesia juga ada sih media informasi selain buku, salah satunya prasasti. Orang Indonesia disuruh baca buku aja males apalagi disuruh baca batu 😭 Gimana sih mbah buyut ini.

Kalo bahas sejarah Indonesia tapi gak bahas kerajaan rasanya kayak ada yang kurang gitu. Gua punya hal menarik. Kerajaan Singasari didirikan pada tahun 1222, sedangkan dibelahan bumi lain University of Cambridge udah ada lebih dulu tahun 1209. Ken Arok daripada kudeta mending daftar beasiswa LPDP wkwk

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Gapapa"'

Insecure