Negara Berflower

Pernah dengar istilah Negara berflower di sosmed? Tapi apasih maksudnya? Bukan. Bukan Negara yang penuh dengan berbagai macam jenis bunga. Negara berflower adalah istilah yang digunakan netizen untuk mendeskripsikan Negara berkembang, Indonesia salah satunya.

Negara maju. Negara berkembang, dan Negara miskin. Tapi apa indikator sebuah Negara bisa dikatakan maju, berkembang, dan miskin? Salah satunya industrialisasi.

Tapi ada klasifikasi lagi, klasifikasi tersebut adalah Negara pra industrialisasi, Negara industrialisasi, dan Negara pasca industrialisasi.

Negara pra industrialisasi adalah Negara yang aktivitas ekonomi utamanya mencari dan memanen sumber daya alam, untuk dikonsumsi atau dijual. Contohnya, mereka bercocok tanam seperti ini:


Lalu hasilnya ini,


Lalu sebagian besar mereka konsumsi sendiri, sebagian yang lain mereka jual di pasar-pasar di pusat kota atau kabupaten masing-masing.


Negara industrialisasi adalah Negara yang aktivitas ekonomi utamanya memproduksi masal hasil sumber daya alam di atas tadi untuk kemudian dijual di pasar besar di kota-kota besar. Contohnya, kebun dan pertanian mereka kayak gini,


Terus diolah dipabrik kayak gini,


Lalu dijual sebagai produk seperti ini,


Dan dijual di kota-kota kayak gini. Yang letaknya ratusan atau ribuan km dari kebun tadi.


Negara pasca industrialisasi adalah Negara yang aktivitas sektor jasanya lebih besar dari sektor manufakturnya, dan pekerja seperti ilmuan, pekerja kreatif dan orang IT lebih banyak daripada buruh.

Lah, kalo manufaktur dan buruhnya lebih sedikit, memenuhi kebutuhan rillnya gimana? Ada dua cara. Pertama, bukan berarti di Negara pasca industrialisasi gak ada pabrik. Pabrik ada, tapi pabriknya kayak gini:


Makanya, kalo di Negara industrialisasi, lu ditanya sama temen lu, “Bro, lu kerja di mana?”

“Di pabrik, Bro.” Mereka akan ngira, “Oh, buruh”

Di Negara pasca industrialisasi, kalo lu ditanya kerja di mana dan lu jawab di pabrik, mereka akan, “Wow Eenjinir.”

Kedua, perusahaan-perusahaan di Negara pasca industrialisasi akan berinvestasi di Negara-negara industrialisasi untuk membuat jaringan rantai pasok global. Gua pernah ambil mata kuliah ini, supply chain management namanya. Contohnya, tau produk ini kan?


Tau dari mana barang ini dibikin? Di sini?


Di Negara ini?


Salah, barang itu sebenernya dibikin di sini,


Di Negara ini,


Itulah yang menjadi batas pembeda antara Negara pra industrialisasi, Negara industrialisasi, dan Negara pasca industrialisasi.

Nah, di mana posisi Indonesia saat ini? Di antara pra industrialisasi dan industrialisasi, namun masih belum matang/dewasa.

Pertama, terhambat ini:


Sebelum menganggap mereka memperlambat proses industrialisasi, ada baiknya pelajari dulu kebijakan-kebijakan yang dibuat, siapa tau memang merugikan rakyat.

Sama halnya kenapa terjadi ini,


Pedahal kita punya ini,


Karena sesungguhnya ini,


Bukan berasal dari sini,


Melainkan kita ekspor dulu hasil alam yang udah kita panen ke Negara industrialisasi atau pasca industrialisasi. Analogi sederhananya gini, kita punya kebon pisang luas banget. Terus kita pengen pisang goreng, tapi ita gak bisa bikin pisang goreng. Alhasil kita jual hasil panen pisang kita ke orang yang punya alat sama ilmunya. Nah kalo pisangnya udah mereka olah jadi pisang goreng, kita beli dari mereka. lalu,


Jadi, bagaimana kondisi Indonesia jika sudah menjadi Negara maju, eh, pasca industrialisasi?

Pertama, pastinya tidak terjadi polemik-polemik di atas.

Kedua, kalo kita ketemu ini,


Kita hanya akan bergumam, “Oh, babu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Gapapa"'

Insecure

Minim Literasi