Teduh

Gemulai daun terusap angin menandai hari ini, hari dimana mentari enggan memberi panasnya, namun tetap setia dengan sinarnya. Angin berterbangan dengan bebasnya seperti menikmati setiap sudut semesta yang elok, tembakau bakar dan secangkir kafein menyelaraskan perpaduan kenikmatan. Terima kasih, Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Gapapa"'

Insecure

Minim Literasi