πΌπ΄π½π π°πΌπ±π π½πΆ
Dulu kau bilang ini hanya ungkapan biasa, tak lama setelah itu kau hanya terdiam menatap sesuatu yang belum tentu ingin ditatap. Setiap langkah yang dulu pernah ditempuh lepas tak beraturan. Jalan-jalan mulai buntu tanpa kehadiran sosok yang menuntun, menuntun langkah yang kian berat untuk dilalui. Bayangan masa lalu kian menghantui setiap gerak yang ada, gerak yang nyata. Tanpa didasari dengan nalar yang kau punya. Nalar itu telah mati, terbawa gemuruh riuh ombak yang menerjang karang raga, menembus ingatan yang kian lupa.
Komentar
Posting Komentar