Can we just skip to Wisuda already
Gua nulis ini jam setengah dua dini hari, kebetulan abis instal software buat kebutuhan kuliah jadi sekalian buka laptop juga dan ada yang mau gua ceritain. Belakangan ini gua menyadari bahwa bertemu dan berinteraksi dengan orang baru itu sangat menyenangkan. Barusan gua ada mata kuliah, gua ketinggalan di jam pertama jadi gua ambil sesi ke dua di luar home base kelas yang seharusnya. Karna gua juga gak kenal seisi kelas ini, gua memutuskan dan memberanikan diri untuk membuka obrolan dengan orang di sebelah, cewe. And lucky me, she is fun. Dari obrolan yang terjadi gua tau dia juga satu angkatan dan masuk kelas yang bukan kelas dia, ambil matkul bawah juga. Ngobrol panjang lebar tentang perkuliahan, kerja praktek dan lain-lain. Even I dunno her name wkwk. Dan ya, gua senang sekali dan gua rasa this is what I need, berinteraksi. Terutama dengan orang-orang baru. Melihat lebih banyak presfektif dari orang lain tentang satu dan lain hal.
Beberapa hari sebelumnya gua diajak nongkrong di
salah satu tempat kopi di cikampek. Bertemu sekelompok orang baru juga, circle SMA-nya
temen gua dan cukup menyenangkan. jokes-jokesnya masuk, bahkan bikin gua ketawa
kencang sekali. Jokes pentil malu-malu sama pentil percaya diri, anjing lucu
banget itu hahaha.
Hmmm. .. cerita apalagi ya? Ah ini, semester 7
sekarang gua ambil mata kuliah malem semua, jaga-jaga kerja praktek di
perusahaan yang kemungkinan besar bakal masuk pagi terus buat beberapa minggu. Jadi
daripada bentrok jadwal nantinya, kuliah jadi digeser malem semua. Dan gatau
kenapa ya, di akhir-akhir masa perkuliahan ini tekanannya makin berat banget di
pundak. Ekspektasi orang tua terutama. Gua takut ngecewain. Mungkin lu semua
juga begitu. Di satu sisi pengen cepet lulus, tapi di sisi lain setelah lulus
ilmu yang selama ini gua dapet di kampus bisa ngebawa gua kemana, jadi apa. Kekhawatiran-kekhawatiran
itu selalu muncul.
Lu pernah gak sih pengen cerita panjang lebar,
dan lu punya banyak opsi lu punya banyak temen yang lu bisa samperin buat
cerita tapi gak jadi karna lu berfikir “kayaknya orang ini gak paham deh, orang
ini Cuma dengerin untuk menjawab bukan untuk mengerti, orang ini lebih parah
malah adu nasib” dan
pemikiran-pemikiran itu berangkat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Pernah? Gua sering
gitu dan pada akhirnya ya dipendem aja. atau ya cerita di blog ini.
Komentar
Posting Komentar