Postingan

Frasa acak | Pendapat | Bercanda

Keterbukaan Informasi dan Kemudahan Akses Terhadap Ilmu Pengetahuan

Gua selalu bertanya-tanya kenapa orang-orang terdahulu which is orang tua kita, kakek nenek kita lebih menguasai apa yang mereka apa yang mereka dapat ketika mengenyam pendidikan, bahkan sampai sekarang. Tentu banyak faktor dan alasan. Tapi gua belum menemukan faktor atau alasan yang bener-bener menjawab rasa penasaran gua. Kenapa ada gap yang cukup jauh antara generasi mereka dengan generasi gua? Sampai akhirnya gua menemukan jawaban yang cukup untuk menjawab rasa penasaran gua selama ini. Jawabannya adalah keterbukaan informasi yang massif dan akses terhadap ilmu yang sangat mudah. Setiap sesuatu tentu berangkat dengan dampak, dampak positif dan dampak negatif. Banyak sekali dampak positif yang kita rasakan terkait kemudahan akses i n formasi dan ilmu. Keterbukaan informasi dan mudahnya mengakses ilmu yang harusnya membuat kita lebih berkembang, berwawasan, dan berilmu justru malah menjadi boomerang. D isadari atau tidak dampak buruk dari kemudahan atas akses informasi dan ilmu i...

Can we just skip to Wisuda already

Gua nulis ini jam setengah dua dini hari, kebetulan abis instal software buat kebutuhan kuliah jadi sekalian buka laptop juga dan ada yang mau gua ceritain. Belakangan ini gua menyadari bahwa bertemu dan berinteraksi dengan orang baru itu sangat menyenangkan. Barusan gua ada mata kuliah, gua ketinggalan di jam pertama jadi gua ambil sesi ke dua di luar home base kelas yang seharusnya. Karna gua juga gak kenal seisi kelas ini, gua memutuskan dan memberanikan diri untuk membuka obrolan dengan orang di sebelah, cewe. And lucky me, she is fun . Dari obrolan yang terjadi gua tau dia juga satu angkatan dan masuk kelas yang bukan kelas dia, ambil matkul bawah juga. Ngobrol panjang lebar tentang perkuliahan, kerja praktek dan lain-lain. Even I dunno her name wkwk. Dan ya, gua senang sekali dan gua rasa this is what I need, berinteraksi. Terutama dengan orang-orang baru. Melihat lebih banyak presfektif dari orang lain tentang satu dan lain hal. Beberapa hari sebelumnya gua diajak nongkrong...

Rubanah Merah

Gambar
Yang terlupakan semestinya enggan lagi terulang. Merebut kisah masa kini dan menggantinya dengan kenangan masa silam. Begitu yang jatuh luruh, menyampaikannya pada muka yang lusuh. Masih gerimis, masih menangis. Aku biasanya memulai ini dengan beberapa perasaan yang harus kutikam sekali waktu. Bagi pemuja perasaan murung, sore adalah pagi dalam bentuk yang hampir sama dengan kadar enggan memulai percakapan yang tidak jauh berbeda. Aku yang tidak berhasil mendapatkan penjelasan atas jawaban yang kamu berikan malam itu. Aku kalah dalam percakapan yang sudah kupersiapkan jauh-jauh hari. Aku kalah namun tidak mengerti. Seolah melihat matamu pun aku tidak berani. Tidak jelas dan kamu ingin kita tidak jelas! Bukankah itu sudah semakin lebih jelas? Lalu. ... Apakah dengan mengurai lagi hal semacam ini, aku bisa meneruskan mimpi menjadi sesuatu yang tidak jelas kumengerti? Apakah sedemikian ini menerima hari kemarin? Apakah ada yang lain? Semoga saja ada. ... Semoga saja kamu tahu....

Satu Tahun Ini

Tentang satu tahun ini. Tentang Hal yang begitu cepat melesat. Setengah tahun pertama, aku kembali mengulang pelajaran yang sama pada tahun kemarin yang belum sempat tergenapi. Aku mengulang. Mengulang lalu terulang lagi. Belajar-ujian-gagal. Ya, aku bodoh untuk hal yang satu ini. Entah. Setengah tahun pertama, aku lebih menyukai apa yang aku sukai. Membaca buku. Membeli juga mengunduhnya. Beberapa kali mampir ke toko buku. Beberapa kali meminjam buku juga. Aku membaca. Mencoba belajar dari membaca. Katanya membaca sama halnya dengan mendengarkan. Ya, aku mungkin bisa jadi pendengar yang baik. Setengah tahun pertama, aku tidak pernah kehabisan kuota internet. Kuotaku lancar tak berbatas. Aku juga suka berselancar di dunia maya. Melihat-lihat apa saja. Menonton video bahkan film. Bagiku itu hal yang menyenangkan. Setengah tahun pertama, aku masih saja pemalas. Tidur yang terlalu pagi, bangun yang terlalu siang dan malam yang menurutku begitu sayang untuk dilewatkan. Setengah t...

Insecure

Gambar
Berbicara tentang ketidakpercayadirian, gua rasa kebanyakan dari kita semua pernah atau bahkan masih mengalami ini. Topik ini udah dari dulu dibahas banyak orang, tapi dengan adanya pengalihan bahasa, sekarang jadi agak ramai dibahas banyak orang lagi. Gua pernah dan cukup lama gak percaya diri. Warna kulit jadi satu dari banyak hal yang membuat gua gak percaya diri. Gimana enggak, pada waktu itu, dibanding temen-temen gua yang lain, warna kulit gua paling gelap. Sebenernya pas sekolah dasar it’s not a big deal , tapi pas lanjut sekolah ke Smp semua hal berubah, seorang remaja yang menuju masa puber jelas lebih memperhatikan banyak hal. Salah satunya penampilan. Dulu, pas Smp ada seorang cewe yang gua suka (dan kayaknya dia juga tau gua suka sama dia) bilang ke temen cewenya gini "si robby teh kasep ngan hideung". Omongan itu pada akhirnya nyampe juga ke telinga gua. Pada detik itu pandangan gua terhadap sekitar berubah total, gua merasakan betul transisi dari bocah SD m...

Hanaya Naftali

Jalan tidak pernah buntu ketika ada kamu Langit tidak pernah gelap ketika dia tahu ada begitu besar cahaya yang kamu pancarkan Bahkan hujan enggan turun ketika dia tahu bahwa kamu sedang bahagia-bahagianya Kamu lihat jerapah itu? Dia makan dedaunan dengan lahap karna tahu, ketika kamu ada, semua hal akan baik-baik saja Sebaik-baiknya doa selalu kamu panjatkan Sebaik-baiknya kata selalu kamu ucapkan Dan sebaik-baiknya hal, selalu kamu perbuat Entah bagaimana aku harus memalingkan wajah ketika senyum kamu terasa sangat hangat. Begitu hangat hingga mentari pun malu dibuatmu Parfume paling wangi mungkin diciptakan Tuhan dari keringat tubuhmu Beberapa makhluk tuhan bingung dan iri kenapa kamu diciptakan-Nya begitu sempurna Semut-semut itu mungkin punya keinginan yang besar untuk bersemayam di lesung pipimu Ku pikir, indera-indera yang dipunyai manusia akan sepakat bahwa berhadapan denganmu adalah hal yang hanya mereka jumpai sekali dalam hidup Harapku, semoga kedamai...

Bangsa Unik

Gambar
Ada satu buku yang gak pernah bosen gua baca, buku ini juga bisa dibilang menjadi inspirasi gua buat nulis keresahan gua terhadap sekitar, atau hal-hal yang pernah gua alami. Gak banyak buku yang bikin gua jatuh cinta, terlebih membacanya berkali-kali. Tapi buku ini beda. Sudut pandang bule Estonia terhadap masyarakat umum Indonesia ini sangat menarik. Kalo ada lima buku yang gua rekomendasikan untuk lu baca, buku ini ada di list nomor satu! Berit Renser selaku si penulis ini menuangkan keresahannya terhadap prilaku masyarakat Indonesia ke dalam sebuah tulisan yang menghibur, sampe lu dalam hati berkata, “Iya juga yaa”. Selain pembahannya yang simpel dan menarik, gaya penulisannya pun sangat mudah dipahami serta pemakaian diksi-diksi yang bersahabat dengar telinga orang awam. Salah satu keheranan si penulis terhadap orang Indonesia yang dia temui adalah, “Kenapa orang Indonesia bilang “iya” ketika mereka sebenarnya ingin mengatakan “tidak”? Gua merasakan hal yang sama, mungkin ...