Bangsa Unik



Ada satu buku yang gak pernah bosen gua baca, buku ini juga bisa dibilang menjadi inspirasi gua buat nulis keresahan gua terhadap sekitar, atau hal-hal yang pernah gua alami. Gak banyak buku yang bikin gua jatuh cinta, terlebih membacanya berkali-kali. Tapi buku ini beda. Sudut pandang bule Estonia terhadap masyarakat umum Indonesia ini sangat menarik. Kalo ada lima buku yang gua rekomendasikan untuk lu baca, buku ini ada di list nomor satu!

Berit Renser selaku si penulis ini menuangkan keresahannya terhadap prilaku masyarakat Indonesia ke dalam sebuah tulisan yang menghibur, sampe lu dalam hati berkata, “Iya juga yaa”.

Selain pembahannya yang simpel dan menarik, gaya penulisannya pun sangat mudah dipahami serta pemakaian diksi-diksi yang bersahabat dengar telinga orang awam.


Salah satu keheranan si penulis terhadap orang Indonesia yang dia temui adalah, “Kenapa orang Indonesia bilang “iya” ketika mereka sebenarnya ingin mengatakan “tidak”? Gua merasakan hal yang sama, mungkin karena pada dasarnya orang Indonesia gak enakan. Tapi beberapa tahun terakhir kampanye “berani bilang tidak” mulai muncul ke permukaan dibarengin dengan munculnya isu-isu kesehatan mental. Sedikit demi sedikit kita mulai berani mendobrak pakem-pakem lama.

Lebih lanjut, bule Estonia ini melihat bahwa seks itu sangat tabu di Indonesia. Dilarang bertemu malam-malam. Ciuman di depan umum dilarang, apalagi punya anak di luar nikah. Seks bebas bukan hanya dilarang agama, melainkan menjadi kampanye pemerintah untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Tampaknya kampanye ini sukses karena tidak ada seks yang lebih murah dari kondom. Sayangnya, akibatnya justu fatal: masih ada saja cewek-cewek yang luar biasa polosnya membayangkan bahwa bayi turun dari langit.

Tapi dengan pemerataan internet dan keterbukaan informasi yang massif, banyak orang yang mulai teredukasi dengan hal-hal tabu yang sebelumnya sungkan untuk mereka tanyakan.

Belum lagi, bagaimana bisa orang Indonesia yang pemberani tapi takut dengan hantu? Balapan di jalanan dengan sepeda moto butut yang sudah reyot, memanjat pohon belasan meter demi sebutir kelapa, tinggal di rumah penuh tikus dan kecoak, serta mengerjakan banyak hal tanpa pengaman. Tapi, tidur dengan lampu padam lebih menakutkan ketimbangn ngebut 100 km/jam tanpa helm dan satupun lampu motor yang menyala.

Masih banyak lagi sebenernya yang dibahas oleh si penulis, lebih jelasnya bisa lu baca sendiri. Dan gua jamin lu gak bakal nyesel udah meluangkan uang dan waktu lu untuk membaca buku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Gapapa"'

Insecure

Minim Literasi